Sistem Among

SENSOR SMAN 6 MAKASSAR
Sistem Among: Menuntun Kekuatan Anak Menuju Kemerdekaan Belajar

Sistem pendidikan yang dipelopori oleh Ki Hajar Dewantara tidak hanya berfokus pada pengajaran akademik, melainkan juga pada pengembangan karakter dan potensi alami setiap individu. Salah satu pendekatan yang terkenal adalah Sistem Among, di mana pendidik berperan sebagai penuntun, bukan pengendali. Filosofi ini menekankan bahwa anak-anak harus diberi ruang untuk berkembang sesuai dengan kodrat alam mereka, dengan kebebasan untuk mengeksplorasi dan mengasah kekuatan diri.

Kodrat Alam dan Kemerdekaan

Dalam konteks Sistem Among, anak-anak dipandang memiliki potensi dan kekuatan alami yang harus didukung dan diarahkan dengan bijaksana. Pendidik tidak boleh memaksa, tetapi perlu menuntun sesuai kemampuan anak, memberikan mereka kebebasan yang bertanggung jawab. Dengan demikian, kemerdekaan dalam belajar bukan berarti tanpa batas, melainkan sebuah proses di mana anak-anak merasa aman untuk belajar, membuat kesalahan, dan tumbuh dari pengalaman tersebut.

Ing Ngarsa Sung Tuladha: Menjadi Teladan

Salah satu semboyan pendidikan dari Ki Hajar Dewantara yang sangat dikenal adalah Ing Ngarsa Sung Tuladha, yang berarti "di depan, memberi teladan." Guru sebagai pemimpin harus mampu memberikan contoh yang baik, baik dalam hal sikap, etika, maupun tindakan. Hal ini tidak hanya menciptakan rasa hormat dari siswa, tetapi juga membangun dasar yang kuat bagi siswa untuk mengikuti jejak kebaikan tersebut.

Ing Madya Mangun Karsa: Membangun Semangat

Selain menjadi teladan, dalam posisi Ing Madya Mangun Karsa, pendidik berada di tengah-tengah siswa, membangun semangat dan kreativitas melalui dialog yang sehat dan dorongan positif. Di sini, guru dan siswa bekerja sama untuk mencapai tujuan pembelajaran, sambil tetap menghargai kontribusi masing-masing.

Tut Wuri Handayani: Mendorong dari Belakang

Tut Wuri Handayani, semboyan yang juga digunakan dalam lambang pendidikan nasional, menekankan peran pendidik dalam mendorong siswa dari belakang. Di sini, anak-anak didorong untuk mandiri, mengambil keputusan sendiri, dan percaya pada kemampuan mereka, sementara guru memberikan dukungan penuh jika diperlukan.

Kasih Sayang dan Pendampingan

Dalam Sistem Among, penting bagi pendidik untuk menunjukkan kasih sayang yang tulus kepada murid-muridnya. Mendengarkan keluh kesah, memahami kebutuhan emosional, serta memberikan motivasi adalah kunci agar anak merasa dihargai dan didukung. Hal ini penting untuk menumbuhkan rasa percaya diri dan tanggung jawab siswa.

Karya, Cipta, Rasa, dan Karsa

Selain pembentukan karakter, Sistem Among juga mendorong siswa untuk berkarya. Dengan memberi ruang untuk mengembangkan cipta, rasa, dan karsa, anak-anak diajak untuk berpikir kreatif dan menghasilkan karya-karya yang tidak hanya bermanfaat bagi dirinya sendiri, tetapi juga bagi orang lain. Guru di sini berperan sebagai fasilitator yang memberikan bimbingan dan inspirasi, sambil tetap menghargai kebebasan siswa dalam berkreasi.

Kemerdekaan dalam Belajar

Pada akhirnya, tujuan utama dari Sistem Among adalah menciptakan suasana belajar yang memerdekakan. Anak-anak diberikan kebebasan untuk menemukan jati diri mereka, namun tetap dalam panduan yang bijaksana dari pendidik. Dengan cara ini, mereka tidak hanya belajar secara akademik, tetapi juga tumbuh menjadi pribadi yang berkarakter kuat, kreatif, dan bertanggung jawab.

Dengan menerapkan konsep-konsep ini di Akademi Harapan khususnya, kita berharap dapat menciptakan generasi pembelajar yang tangguh, mandiri, dan siap menghadapi tantangan masa depan. Kemerdekaan dalam belajar adalah kunci untuk mencapai potensi terbaik yang dimiliki setiap anak.

Posting Komentar

1 Komentar

  1. Sistem among ini sangat menarik untuk dipelajari. Thank you kak ilmu barunya.

    BalasHapus

Advertise